Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!
fauna Indonesia yang kita banggakan sebentar lagi akan punah, sipakah mereka?
Orangutan Sumatra

Orangutan Sumatra hidup dan endemik terhadap Sumatra, sebuah pulau yang terletak di Indonesia.
Orangutan Sumatra juga lebih suka diam di pohon, hal ini mungkin karena adanya pemangsa seperti harimau Sumatra. Mereka bergerak dari pohon ke pohon bergelantungan menggunakan lengannya.
Diperkirakan ada sekitar 7.300 ekor orangutan Sumatra yang masih hidup di alam liar. Beberapa diantaranya dilindungi di lima daerah di Taman Nasional Gunung Leuser dan lainnya hidup di daerah yang tidak terlindungi: blok Aceh barat laut dan timur laut, sungai Batang Toru Barat, Sarulla Timur dan Sidiangkat. Program pembiakan telah dibuat di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh di provinsi Jambi dan Riau dan menghasilkan populasi orangutan Sumatra yang baru.
Harimau sumatra
![]() Harimau sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatra di Indonesia. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari. |
Badak Jawa
![]() Badak Jawa adalah anggota famili Rhinocerotidae dan satu dari lima badak yang masih ada. Badak ini masuk ke genus yang sama dengan badak India dan memiliki kulit bermosaik yang menyerupai baju baja. Badak ini lebih kecil daripada badak India dan lebih dekat dalam besar tubuh dengan badak Hitam. Ukuran culanya biasanya lebih sedikit daripada 20 cm, lebih kecil daripada cula spesies badak lainnya. |
Anoa
![]() Anoa adalah hewan khas Sulawesi. Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Keduanya tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Penampilan mereka mirip dengan rusa dan memiliki berat 150-300 kg. Anak anoa akan dilahirkan sekali setahun. |
Kambing hutan Sumatra
![]() Kambing hutan Sumatra adalah jenis kambing hutan yang hanya terdapat di hutan tropis pulau Sumatra. |
| Komodo
Komodo adalah spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara. |
Babirusa
![]() Babirusa hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya. |
Bekantan

Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Kalimantan. Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 kera. Bekantan juga dapat berenang dengan baik.
Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari kera lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan adalah untuk menarik perhatian kera betina, karena Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, bekantan dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List.
Berbagai aktivitas seperti agroindustri, peternakan, pariwisata, dan pabrik pengolahan hasil pertanian, sudah tentu menghasilkan produk samping atau limbah yang dapat mencemari lingkungan. Limbah yang dihasilkan umumnya mengandung konsentrasi bahan organic yang sangat tinggi yang terdiri dari lemak, karbohidrat protein dan selulosa atau lignoselulosa. Lipid (lemak) adalah kelompok senyawa heterogen yang berkaitan baik secara actual maupun potensial dengan asam lemak. Sifat dari lemak secara umum tidak larut dalam air, sehingga limbah yang mengandung lemak yang terdapat dalam badan air mempunyai dampak yang cukup besar dalam mengganggu ekosistem perairan. Lapisan lipid yang ada pada permukaan perairan akan menghalangi masuknya cahaya dalam badan air sehingga proses fotosintesis berlangsung terhambat dengan demikian kadar oksigen akan rendah yang akan menyebabkan organsme aerobic akan mati
Usaha yang dilakukan sebelum limbah dibuang kelingkungan adalah dengan melakukan pengolahan. Dalam megembangkan suatu system pengolahan limbah yang tepat guna maka terlebih dahulu harus diketahui sifat-sifat suatu limbah. Pemahaman ini penting mengingat system pongolahan suatu jenis limbah akan berbeda dengan jenis limbah yang lain. Saat ini sudah dikenal system pongolahan dengan menggunakan organisme hidup, yang dikenal dengan system pongolahan secara biologis yang penerapannya sangat ramah lingkungan . metode biologi atau biodegradasi oleh mikroorganisme merupakan salah satu cara yang tepat, efektif dan hampir tidak ada pengaruh sampingannya pada lingkungan karena tidak menghasilkan racun atau blooming karena mikroba ini akan mati seiring dengan habisnya minyak.
source : I. B. G. Darmayasa. Jurnal Bumi Lestari, Vol. 8 No. 2, Agustus 2008. hal. 122-127
Desertifikasi sering dianggap sebagai fenomena alam memajukan gurun, tetapi ini adalah persepsi umum. Sebaliknya, penggurunan adalah semua tentang degradasi lahan atau kerugian tanah subur dan produktivitas biologis, hasil dari berbagai faktor, termasuk kegiatan manusia dan variasi iklim. Ini mempengaruhi sepertiga dari permukaan bumi dan lebih dari satu miliar orang, terutama di daerah lahan kering. Dana tersebut menyumbang kerawanan pangan dan kelaparan, juga memiliki konsekuensi yang menghancurkan dalam hal sosial, ketegangan ekonomi dan politik, kadang-kadang bahkan menyebabkan konflik. Orang-orang miskin pedesaan di negara-negara berkembang, di jantung masalah kekeringan, sangat rentan, karena mereka harus menggambar mereka berarti keberadaan dari ekosistem semi-gersang dan gersang. Lahan kering host beberapa ekosistem yang paling indah di dunia ini: padang pasir, habitat alam yang unik dengan fauna dan flora yang sangat beragam, yang juga host peradaban sangat tua.
Masyarakat internasional telah lama mengakui bahwa penggurunan adalah ekonomi utama, masalah sosial dan lingkungan yang menjadi perhatian banyak negara di seluruh wilayah dunia. Pada tahun 1977, Konferensi PBB mengenai Desertifikasi (UNCOD) mengadopsi Rencana Aksi untuk Memerangi Desertifikasi (PACD). Sayangnya, meskipun ini dan upaya lain, Program Lingkungan Hidup PBB (UNEP) pada tahun 1991 menyimpulkan bahwa masalah degradasi lahan di kering, sub-lembab daerah semi-kering dan kering telah ditingkatkan, meskipun ada “contoh lokal sukses”.
Akibatnya, pertanyaan tentang bagaimana mengatasi penggurunan masih menjadi perhatian utama untuk Konferensi PBB mengenai Lingkungan dan Pembangunan (UNCED), yang diadakan di Rio de Janeiro pada tahun 1992. Konferensi mendukung pendekatan, baru yang terintegrasi untuk masalah ini, menekankan aksi untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan di tingkat masyarakat. Hal ini juga disebut di Majelis Umum PBB untuk mendirikan Komite Negosiasi Antarpemerintah (INCD) untuk mempersiapkan, pada bulan Juni 1994, sebuah Konvensi untuk Memerangi Desertifikasi, khususnya di Afrika.
source : www.unccd.int





